Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Sebuah Arti Pahlawan

                     Siang ini matahari bersinar begitu terik, ditambah dengan padatnya jalan raya oleh para pengendara bermotor. Ku seka peluh yang mulai membanjiri dahiku, sesekali mata ku milirik kearah jam mungil di pergelangan tangan ku. 12.30. Aku semakin cemas, takut Andin sudah menungguku terlalu lama. Akhirnya lampu hijau pun menyala, seketika ku lajukan motor vario yang sudah menjadi temanku hampir 4 tahun ini. Jarak kampus dengan sekolah Andin tidak terlalu jauh, jadi mulai minggu kemarin aku memiliki tugas tambahan menjemput Andin setiap pulang sekolah. Ku belokkan vario ku memasuki gerbang yang membingkai sebuah bangunan biru dengan bertuliskan “SD N Cendekia” . terlihat halaman sekolah dasar itu itu telah sepi. Tanganku masuk ditas ransel yang tersampir dibelakangku. Sebuah benda segi empat ku dekatkan pada telingaku. Terdengar dering nada sambung di ujung sana, tak lama suara wanita paruh baya menyahut. Ku ...

BAPAK NEGARA

Oleh: Oryza Sativa   “Bang, akhirnya kita punya bapak! Bapak Negara namanya!”. Cecar Agam malam itu, menjelang tidur. Senyumnya amat bahagia. Wahai Agam, andai waktu itu Abang tak terlalu acuh. #           #           # Matahari sudah makin condong ke barat, tapi orang yang aku tunggu tak kunjung datang. Peluh membanjiri kening hingga leherku, ah! Pohon akasia ini tak membantu banyak. Mataku mulai bosan, melihat pedagang dibahu jalan, atau menghitung banyak orang lalu-lalang. Ayolah, kapan orang itu muncul?.   Aku mendengus, tanganku sibuk memutar tutup botol air mineral, lalu menenggaknya. “BANG!!”. Pekik seseorang sambil menepuk bahuku dari belakang, keras. Sontak beberapa air mineral di mulutku tersembur sia-sia. Aku menoleh, mendapati cengiran kepuasan-orang yang aku tunggu-atas kejahilannya. Adalah Agam, adikku. Usianya baru tujuh tahun, yang beberapa bulan lagi ge...