Siang ini matahari bersinar begitu terik, ditambah dengan padatnya jalan raya oleh para pengendara bermotor. Ku seka peluh yang mulai membanjiri dahiku, sesekali mata ku milirik kearah jam mungil di pergelangan tangan ku. 12.30. Aku semakin cemas, takut Andin sudah menungguku terlalu lama. Akhirnya lampu hijau pun menyala, seketika ku lajukan motor vario yang sudah menjadi temanku hampir 4 tahun ini. Jarak kampus dengan sekolah Andin tidak terlalu jauh, jadi mulai minggu kemarin aku memiliki tugas tambahan menjemput Andin setiap pulang sekolah. Ku belokkan vario ku memasuki gerbang yang membingkai sebuah bangunan biru dengan bertuliskan “SD N Cendekia” . terlihat halaman sekolah dasar itu itu telah sepi. Tanganku masuk ditas ransel yang tersampir dibelakangku. Sebuah benda segi empat ku dekatkan pada telingaku. Terdengar dering nada sambung di ujung sana, tak lama suara wanita paruh baya menyahut. Ku ...