Langsung ke konten utama

Surat untuk pahlawanku


oleh: Hamid_kafa




Dear pahlawanku
Hampi ¾ tahun sudah negeri ini merdeka
Yang kau perjuangkan penu simbah darah dan luka
Darahmu bagai tembaga, akalmu bagai logam mulia, hatimu berkilau permata
Kau korbankan demi negri tercinta
Demi terwujudnya kata merdeka!!!

Dear pahlawanku
Terimakasih dari kami anak cucumu
Yang hanya bisa berucap doa dan bermangu
Menikmati cerita heroikmu di masa itu
Seraya menerawang kelangit yang masih saja biru
Mungkin kami takkan mampu
Jika diberi hidup seperti zamanmu
Desing peluru kau anggap hujan debu
Kau tampik hanya dengan tajam runcing bambu
Tanpa iba dan juga ragu
Sembari berteriak dan bereru
Ini indonesiku enyah kau dari bumi pertiwiku 

Dear pahalawanku
Hanya lewat seuntai doa ku balas jasa
Semoga kau nyaman di alam sana
Semoga Tuhan memberimu singgasana
Semoga kau tak meliht kisah duka
Di negri yang kataya surga
Surga bagi yang bertahta
Neraka bagi sang jelata
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KORDA IIQ ANNUR YOGYAKARTA (Sosialisasi korda 2017)

Paradoks

oleh : Muhamad Jamaludin ^Alam semesta yang kita jejaki ini selalu memberikan kemanfaatan yang luar biasa. Oksigen misalnya, siapa coba dintara kita sebagai manusia ada yang tidak membutuhkan oksien. Pasti semuanya butuh, right. Tetapi oksigen itu selain memberikan kemanfaatan juga perlahan merusak sel-sel kita sepeti terjadi pengeriputan kulit lambat laun ketika kita dimakan usia. Contoh lain  adalah cinta. Sesutu yang memberikan kebahagiaan dan ketentraman pun ada sebagaian sahabat kita yang meresakan sakitnya karena cinta. Itu semua adalah paradoks. Boleh jadi apa yang kita senangi itulah yang akan merusak kita dan apa yang kita benci itu lah yang memberi manfaat untuk kita. Jamu misalnya, rasanya pahit dan kita tidak menyukainya, tapi itu lah yang memberi manfaat oleh kita. كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُم...

Hakikat Keberadaan

oleh: Muhamad Jamaludin Sesuatu keberadaan itu berawal dari sebuah ketiadaan, namun sesuatu ketiadaan itu bisan kita ketahui melalu keberadaan itu, right. Seperti sebuah koin yang dua belah pihak itu saling berdampingan. Lalu pertanyaannya tidak berhenti disitu, apakah keberadaan itu dan apakah ketiadaan itu?. Orang-orang yang memiliki faham ateisme dan materialistis menjadikan pandangan ini untuk mengingkari keberadaan Tuhan, karena jika sesuatu yang tidak berawal itu terjadi memang sendirinya. Sahabatku, yang jadi pembahasan kita kali ini bukan mengenai perdebatan antara teologi dengan ateisme, yang jadi pembahasan disini adalah bagaimana kita memahami keberadaan kita, terlebih sebagai seorang akademisi, aktivis, atau bahkan pragmatis. Entah diamana pun kita tetepi sejatinya kita tidak memahami bagaimana eksistensi kita sebagai manusia, right. Sebagai mahasiswa misalnya, kita selalu menuntut pelayanan kampus yang memuaskan hati kita, tetepi kita lupa eksistensi kita sebagai mah...